BAB 1 PENGERTIAN DAN SEJARAH MUNCULNYA ALUSSUNNAH WAL JAMA’AH

ASWAJA VIII-1 BAB 1

Imam Al ghozali


A.     PENGERTIAN AHLUSSUUNNAH WAL JAMA’AH

Menurut pengertian bahasa, kata Ahlussunnah berarti orang yang beri’tiqad sesuai dengan sunnah Nabi. Sedangkan Ahlul Jama’ah adalah pengikut para sahabat. Jadi, Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka
yang mengikuti Nabi dan para sahabat. I’tiqad dan ajaran Nabi Muhammad dan para sahabat telah termaktub dalam Al Qur’an dan sunnah Nabi secara terpencar-pencar. Tetapi kemudian dikumpulkan dan disistemasikan oleh Abu Hasan Al Asy’ari (260-324 H). Ahlussunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang mendapat petunjuk Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah, mengamalkan ajaran Al Qur’an dan Sunnah dalam praktek dan menggunakannya sebagai manhaj (metode berfikir dan bertingkah laku dalam kehidupan seharihari)


B. PERPECAHAN UMAT ISLAM

Terdapat dalam hadits shahih bahwa Nabi bersabda:
Umat Yahudi telah terpecah menjadi tujupuluh satu golongan.Tujupuluh golongan masuk neraka dan satu golongan yang masuk surga. Umat Nasrani telah terpecah menjadi tujupuluh dua golongan. Tujupuluh satu  golongan masuk neraka dan satu golongan masuk surga. Demi Dzat yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh umatku akan terpecah menjadi tujupuluh tiga golongan. Satu golongan masuk surga dan tujupuluh dua masuk neraka. Lalu ditanyakan, «Siapakah mereka (yang masuk surga itu) wahai Rasulullah. Beliau menjawab, «Jama`ah.» (HR Abu Dawud & Ibnu Majah) Dengan memperhatikan hadits di atas jelaslah bahwa umat Islam akan mengalami perpecahan. Dan satu golongan yang benar adalah Ahlussunnah wal Jama’ah. Lalu seperti apa islam ahlusunnah wal jama’ah itu? Pada bahasan selanjutnya akan dijelaskan apa itu islam ahlusunnah wal jama’ah.

C. AJARAN POKOK AHLUSSUNNAH

Ada tiga hal yang menjadi pokok ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu akidah, syari’ah/fikih, dan akhlak/tasawuf.


1. Akidah
Dalam hal akidah, Ahlussunnah wal Jama’ah memiliki beberapa pokok ajaran, di antaranya adalah sebagai berikut;
a. Ahlussunnah wal Jama’ah tidak mudah mengkafirkan orang lain.
b. Ahlussunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa orang yang beriman kelak di surga bisa melihat Allah jika Allah mengijinkan.
c. Ahlussunnah wal Jama’ah berkeyakinan bahwa Al Qur’an itu adalah firman Allah dan bukan makhluk.
d. Ahlussunnah wal Jama’ah menanggap bahwa Allah memiliki sifat.
e. Ahlussunnah wal Jama’ah memahami keadilan Allah adalah Allah menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya.


2. Syari’ah
Dalam Syari’ah atau fikih NU yang berfahamkan Ahlussunnah wal Jama’ah mengakui kebenaran empat madzhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali. Dan bagi orang yang belum memiliki kemampuan untuk berijtihad, maka ia harus mengikuti kepada salah satu dari keempat madzhab di atas. 

 

3. Akhlak/Tashawuf

Imam Al Ghozali
Dalam hal tashawuf, ada tiga golongan besar.

Pertama,

Golongan yang tidak sepakat terhadap tashawuf dan hanya berpegang kepada syariat/fiqih. Di antara tokoh-tokoh golongan ini adalah Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim, dan lain sebagainya.

Golongan kedua

adalah para tashawuf yang terlalu berlebihan bahkan meninggalkan syari’at. Mereka tidak lagi shalat dan puasa. Bagi mereka jika seseorang hatinya baik, maka tidak perlu lagi melakukan ibadah-ibadah seperti shalat, puasa, haji, dan sebagainya.

Golongan ketiga

menerima tashawuf tetapi juga tidak meninggalkan syariat. Tokoh-tokoh golongan ini adalah Syekh Junad al-Baghdadi, Al-Ghazali, Syekh Abdul Qadir al-Jailani, dan sebagainya. NU berada pada golongan ketiga ini. NU 


0 Komentar

Tulis Komentar